Dalam mengendara dijalanan membawa mobil, motor, kereta api atau pesawat kita mengenal dengan sebuah instrument pengatur lalu lintas yang terdapat di setiap persimpangan jalan. Ya itulah lampu lalu lintas yang mempunyai tiga lampu utama yang mempunyai warna hijau, kuning dan merah. Masing-masing warna menjelaskan bagaimana lampu hijau menjadi tanda bahwa perjalanan mobil atau motor mesti tetap melaju. Warna kuning memberikan penjelasan bahwa mesti berhati-hati dalam mengendarai motor atau mobil. Sedangkan warna merah adalah pertanda berhenti.
Kemudian apakah ada trafigh ligh dalam bisnis dan finansial? begitulah pertanyaan muncul dan bagaimana pula bentuk dan rupanya?
Dalam tulisan singkat ini akan dijelaskan bagaimana sebuah trafigh ligh dengan warna lampu hijau, kuning dan merah memandu mencapai keberkahan finansial.
Lampu hijau, adalah pertanda sebuah bisnis dan finansial pengelolaannya sesuai dengan kaidah Islam baik dalam proses, mendapatkannya, membelanjakannya. Dalam kaidah usul fiqih segala sesuatu pada asalnya halal kecuali apa yang diharamkan oleh nash.
Dalam siklus finansial di lampu hijau adalah semua transaksi finansial, bisnis dijalankan dengan kaidah halal dan barangnya adalah halal, tiada larangan untuk melakukannya. Seperti seorang pembuat aksesoris yang membuat aksesoris souvenir. Maka selama membuat souvenir itu bukan berasal dari benda yang haram. Kemudian juga ia menjual kepada pedagang dengan harga yang telah di sepakati. sang pedagang menjual hasil souvenir ini kepada pelanggan dengan harga yang ditambahkan dari hari pembelian.
Dalam contoh sederhana telah terdapat sebuah lalu lintas finansial dan bisnis. Dimana pembuat menjual souvenir kepada pedagang dengan cara jual beli dan itu halal. Kemudian sang pedagang menjual dagangannya dan itu halal. Dari usaha pembuat dan pedagang telah mendapatkan keuntungan maka ia mengeluarkan zakat dan berinfak.
Lampu kuning, adalah pertanda bahwa sebuah bisnis dan juga finasial membutuhkan kehati-hatian dan juga penelahaan. Seorang pembuat souvenir mengelola finansialnya dengan tidak mencampurkan aspek keuangannya dengan menipu pemasok dari usahanya. Kemudian ia tidak juga mengurangi kualitas barang yang telah ia janjikan kepada pedagang, dalam hal ini spesifikasi yang telah di sepakati.
Lampu kuning ini juga memberikan sinyal bahwa usaha telah berada pada kondisi yang tidak lagi memberikan keuntungan. Dimana usaha tidak mengalami perkembangan dan kecendrungan merugi dan pemilik usaha tidak mendapatkan ketenangan hidup.
Terakhir lampu merah. Dimana pengelolaan bisnis dan lalu lintas finansial mesti berhenti dan tidak boleh dilanjutkan. Masih dari contoh pembuat souvenir. Ketika pembuat souvenir membutuhkan modal usaha tambahan, maka ia mengajukan pinjaman dengan sistem riba. Pada saat itu ia telah mendapatkan lampu merah untuk tidak menggunakan riba.
Pada sisi pedagang ia mendapatkan barang souvenir dengan tidak melunasi pembayarannya kemudian tidak mengakui bahwa masih terdapat hutang-piutang yang menjadi kewajibannya. Maka pada saat itu ia telah melanggar lampu merah bisnis dalam Islam dan juga merusak lalu lintas finansial dalam usahanya.
Ketika telah melanggar lampu merah binis dan finansial, maka keberkahan usaha tidak akan pernah di dapatkan. Semoga kita terhindar dari menerobos lampu merah larangan berbinis dan mengelola finansial kita menurut Allah swt dan Rasulullah saw.
Mari cermati berbinis dan mengelola finansial Anda secara halal dan tayyiban bersama kami di:
Cara baru Menuju kebebasan finansial dan kebahagian paripurna dunia akhirat
Bagian pertama
A.Allah ingin Anda Kaya
Berisi tentang pedoman Allah bagi manusia lewat firmannya yang digali dari Alqur’an.
B.Muhammad SAW dan Sahabat Sang Milyuner
Mengupas tentang sejarah Muhammad sebagai seorang milyuner dan para sahabat yang beliau diantaranya Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf.
C.Sebuah siklus Finansial, Aset, dalam Islam.
Menjelaskan Bagaimana permasalahan Finansial dalam Islam. Pengelolaan Asset dan ketentuan dalam membelanjakan asset dan mengembangkan asset
D.Kemiskinan, Kekayaan, Kebodohan, kebahagian adalah takdir
Penjelasan kenapa sebagain miskin, bodoh, dan sebagian orang lain kaya dan bahagia. Dimensi kemiskinan, kekayaan dan kebodohan serta kebahagian adalah realitas kehidupan. Masing-masing menjadi ketentuan dalam kehidupan
Bagian kedua
A.Menemukan visi dan misi Hidup Anda
Mengajak Anda untuk menemukan dan merumuskan untuk apa tujuan hidup. Dengan menemukan visi dan misi hidup memberikan passion, nilai-nilai dan komitmen dalam mendapatkan kebebesan finansial dan kebahagian paripurna.
B.Menetapkan visi Finansial Anda
Anda di ajak dalam menetapkan visi finansial untuk mendapatkan kebebasan finansial dan kebahagian paripurna. Hal ini menentukan bagaimana selanjutnya dalam mengelola asset dan juga kekuatan finansial Anda.
C.Konsepsi Dasar The Islamic Cashflow
Menjelaskan tentang the islamic cashflow dan yang tediri dari pengertian asset/pahala, liabilitas/dosa, poor, rich, muzakki, asnaf 8
D.Dimanakah posisi Anda
penjekasan tentang islamic investor, islamic employee, islamanic bussiner owner dan islamic self employee
E.Hambatan dan kendala
Berisikan hambatan dan kendala pada masing-masing kuadran dan terdiri dari aspek penididkan, keluarga dan juga bahan bacaan
F.Hidup Adalah Pilihan
Penjelasan tentang diantara empat quadran dan mendapatkan kebebasan finansial dan kehagian dunia akhirat dengan investasi yang terus mengalir.
Bagian ketiga
A.Daya dorong Iman vs Kufur
Iman memberikan bentuk keyakinan akan kebenaran. Memberikan daya dorong untuk mampu mewujudkan nilai-nilai yang diyakini. menjadikan hidup selaras dengan ketentuan alqur’an. Sedangkan kufur menjadikan orang terbelenggu dengan kehidupan dan menjadikan tidak bahagia
B.Daya dorong Ilmu vs Taqlid
Ilmu menjadi kekuatan untuk menelaah dan menentukan sesuatu dengan baik. Setiap langkah yang ditempuh bukanlah seperti istilah mengekor bebek yang mengikuti saja tanpa mengetahui seluk beluk.
C.Daya dorong Ikhlas vs Riya
ikhlas memudahkan langkah dan mendatangkan banyak keajaiban. Ikhlas menjadi kekuatan untuk mampu melangkah dalam keyakinan. Ikhlas membebaskan dari keterikatan pada sesuatu. Menjadikan berbuat bukan untuk mendapatkan penghargaan, sanjungan dan prestise.
Bagian keempat
A.Mengenali dan memaksimalkan Asset/Pahala Anda
Mengenali asset yang mampu menciptakan dan mewujudkan kebebasan finansial dan kebahagian. Dimana asset tersebut menjadikan keberartian dengan sesama dan tidak hanya mengejar dari sisi material namun juga kebermanfaatan bagi sesama.
B.Mengenali dan menimalisasi Liabilitas/Dosa Anda
Menjadikan pertumbuhan asset tidak tergerus oleh liablitas atau dosa yang menjadikan hidup tidak tenang dan terjerumus dalam perilaku negatif.
C.Mengelola Cashflow Anda
Berisi tentang panduan bagaimana mengelola cash in flow atau aliran cash masuk dari asset dan juga mengelola cash out flow atau uang keluar yang tetap menjadi sumber asset.
D.Uang Orang Lain
Menggunakan uang orang lain atau asset orang lain untuk menumbuhkan asset pribadi dalam mekanisme kerjasama dan bagi hasil.
E.Waktu Orang Lain
Memanfaatkan waktu orang lain yang mampu mengerjakan pekerjaan bersifat rutinitas. Menjadikan tetap tumbuh dalam quadran islamic bussiner owner dan islamic investor
F.Ilmu Orang Lain
Menjadikan ilmu orang lain sebagai kekuatan untuk menumbuhkan asset dan menimalkan liabilitas.
Bagian Kelima
A.Dari Asnaf ke Muzakki
Berisikan rumusan dan metode bagaimana keluar dari wilayah poor dan asnaf delapan menjadi pribadi muzakki yang mampu berbagi dan mendapatkan kebebasan finansial serta kebahagian karna tumbuh bersama orang lain.
B.Rumus dan Rahasia Sukses
Berisikan rumus-rumus kesuksesan yang telah dipraktekkan oleh mereka yang telah memberikan inspirasi dan juga rahasia sukses mereka menjadi pribadi bebas secara finansial dan juga kebahagian.
C.3 Investasi Abadi
Investasi asset yang mampu menghasilkan kebermanfaat bagi orang banyak seperti waqaf. Kemudian ilmu yang memberikan kemudahan bagi orang lain dan terakhir adalah investasi pendidikan bagi anak-anak prestatif (produktif)
D.Berbagi dan Sinergi
Menjadikan pencapain kesuksesan adalah memaksimalkan tiga investasi abadi. Membangun sebuah gerak bersama dalam sinergi
Bagian Keenam
Ummat yang terbaik
Gambaran tentang ummat terbaik ketika pengelolaan asset berbasiskan sistem the islamic cashflow quadrant.
Untuk Anda yang menginkan bisnis sampingan dengan hasil maksimal:
Dalam istilah lain Other People’s Time menggunakan waktu orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. Pekerjaan yang di delegasikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mendukung terselesainya suatu pekerjaan besar yang telah di bagi kepada beberapa departemen dan kerja individu.
Waktu orang lain adalah ilmu dan seni mendelegasikan pekerjaan. Dalam perusahaan di bagi dalam job diskripstion dan juga departemen. Menggunakan waktu orang lain memiliki seni yang berhubungan dengan memaksimalkan kemampuan seseorang untuk menghasilkan yang terbaik dari waktu orang lain. Hal ini berhubungan dengan manusia yang merupakan makhluk unik dan dinamis.
Menggunakan waktu orang lain mesti menguasai ilmu-ilmu pendelegasian wewenang, komunikasi dan juga perencanaan yang melibatkan dinamika kerja dan team. Satuan waktu orang lain dalam kacamata Islamic Cashflow Quadrant adalah memaksimalkan potensi ibadah dalam kehidupan seseorang dalam rangka menerjemahkan zikir dalam kehidupan dan membuktikan solat yang berhubungan kuat dengan perilaku sehari-hari. Sholat sebagai sebagai sebuah kerangka kerja dasar mengelola waktu orang lain dengan usaha yang tidak menjadikan bersinergi dengan dosa dan kemaksiatan.
Sering digunakan untuk menyewa orang lain dengan mengaji dengan jumlah tertentu. Hal ini berlaku pada kuadran Islamic employee dan Islamic self employee. Menggunakan waktu orang lain yang Islamic Business owner berlandaskan kepada kerangka ibadah kehidupan untuk mencapai sebuah hasil akhir yakni kebahagian dunia (pendapatan yang adil dan mencukupi) dan kebahagian akhirat (mendapatkan surga dan menjadi golongan mendapatkan catatan dari kanan.
Waktu orang lain Kuadran Islamic Employed an Islamic self employee memiliki karakteristik berbeda dengan karyawan biasa, pekerja lepas. Ada beberapa hal mendasar yang menjadikan berbeda. Pertama, Ritme dan rutinitas ibadah kepada Allah swt yang membutuhkan sebuah metode dan system istirahat dan juga perlakukan berbebeda. Kedua pemisahan pekerjaa perempuan dan laki-laki pada batas yang tidak melahirkan fitnah dan hancurnya rumah tangga. Ketiga, usaha, system usaha yang di jalankan memenuhi standar Islam mulai dari system keuangan, produksi, produk dan jasa yang dihasilkan.
Mengelola waktu orang lain membutuhkan sebuah ukuran bayaran tertentu dengan ukuran satuan waktu yang diberikan kepada Islamic business owner dan Islamic Investor. Satuan waktu yang digunakan adalah sebuah mekanisme yang berhubungan satu kegiatan kepada kegiatan lainnya. Atas satuan waktu inilah diberikan penghargaan (reward) yang berupa reward bersifat materi (gaji, bonus, tunjangan) dan reward non materi (penghargaan, peluang karier, budaya kerja, pengembangan diri).
Waktu adalah satuan yang dapat diukur dengan produktitas. Waktu orang lain dapat diberikan dengan memberikan ukuran produktifitas yang terukur apa yang dapat di berikan dari sebuah pekerjaan. Seperti seseorang pekerja bagian pembuatan produksi baju. Dalam satu jam berapa baju yang ia bisa selesaikan 20-40 lembar menjahit bagian. Atas pencapaian itu maka reward diberikan berupa capaian standar kerja dan juga bonus ketika mampu mengerjakan lebih dari standar.
Produktifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sebuah output dari sebuah rangkaian proses yang tersistem dan memiliki target yang jelas dan spesifik yang dapat di evaluasi. Bagi perusahaan produsen satuan waktu mempengaruhi hasil yang dihasilkan oleh waktu yang di berikan oleh Islamic employee dan Islamic self employee.
Bagaimana menggunakan waktu orang lain secara efektif dan efisen untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal-hal apa saja yang mendasari seseorang bisa mengelola waktu orang lain.
Kepercayaan
Berikanlah kepercayaan untuk orang melakukan pekerjaan yang di dilegasikan. Kepercayaan akan kemampuan yang berdasarkan kualitas, kapasitas untuk menyeselasikan suatu pekerjaan dalam satuan waktu.
Memberikan kepercayaan meliputi memberikan wewenang untuk mengambil keputusan, wewenang untuk menyelesaikan pekerjaan, wewenang untuk melakukan dengan cara maksimal dengan atau tanpa prosedur baku.
Kepercayaan merupakan hal pertama yang kita berikan untuk menggunakan waktu orang lain menghasilkan keberlimpahan dari usaha yang di kelola oleh Islamic business owner dan Islamic investor.
Kepercayaan ini berangkat dari satu nilai universal bahwa sesama muslim adalah bersaudara berdasarkan ikatan tauhid yang kuat. Ikatan tauhid yang kuat melampaui persaudaraan sedarah, sesuku dan sebangsa. Kepercayaan bahwa bekerjasama dalam bentuk ibadah kehidupan untuk menjadikan diri yang berkualitas muttaqin.
Kepercayaan di mana tidak akan dizhalimi satu sama lain. Karna telah seperti satu tubuh, ketika tubuh lain merusak system maka tubuh lain akan memberikan respon untuk secepatnya memperbaiki. Ketika kepercayaan di cederai dengan sebuah konspirasi, kolusi maka dengan ini ia telah merusak kepercayaan dan pada tahap akhir akan merusak dirinya sendiri.
Kepercayaan ini berhubungan dengan kepercayaan waktu orang yang digunakan bahwa ia akan diperlakukan secara adil dan layak sesuai akad dan kaidah yang mengatur bahwa mereka adalah saudara. Tidak ada system penggajian yang menzhalimi Islamic Employe, penahan hak, menjadikan mereka jauh dari nilai pengaplikasian tauhid dan ibadah kepada Allah swt.
Keyakinan
Keyakinan berasal dari kepercayaan. Berikan sebuah keyakinan seseorang mampu untuk melaksankan pekerjaan yang di dilegasikan. Keyakinan untuk menyelesaikan tugas dengan satuan waktu pencapaian.
Keyakinan memberikan seseorang untuk melakukan sesuatu melampaui kapasitas yang menjadi bebannya. Sesuatu yang sulit akan mudah.
Keyakinan memberikan ruh sebuah pekerjaan yang menggunakan waktu orang lain. Keyakinan menghantarkan sebuah sinergi yang mampu melahirkan the miracle of team. Keyakinan memberikan sebuah dasar ketenangan untuk memberikan yang terbaik.
Tanggungjawab
Ketika kepercayaan dan keyakinan telah inheren dalam menggunakan waktu orang lain, sisi tanggungjawab melekat mengiringi. Pemberian tanggung jawab memberikan ruang gerak bagi penggunaan waktu orang lain khusus pada sisi quadran Islamic employee, dan self Islamic employee.
Tanggungjawab pada sisi kanan dari Islamic business owner adalah bertanggungjawab untuk memastikan bahwa menggunakan waktu orang lain dalam kerangka penerjemahan ibadah dalam business yang mendekatkan kepada keridhoaan Allah swt.
Kompensasi materi
Menggunakan waktu orang lain mempertimbangkan kompensasi materi. Kompensasi materi menggunakan berbagai metode dan juga system. Beberapa perusahaan menerapkan system bagi hasil dengan karyawan atas pencapaian prestasi. Namun juga ada yang menetapkan gaji tetap.
Menggunakan waktu orang lain dengan memberikan kompensasi materi adalah bentuk wujud kerjasama dan berbagi. Bagi Islamic employee tidak akan merasa dirugikan oleh Islamic business owner. Kompensasi materi berhubungan dengan tanggungjawab yang diberikan.
System
Menggunakan waktu orang lain membutuhkan system yang dapat mempermudah pengorganisasian kerja, pencapaian tujuan dan juga efektitas kerja dan juga efisiensi waktu. Tanpa sebuah system penggunaan waktu orang lain tidak akan memberikan hasil maksimal.
Pembelajaran
Dalam menggunakan waktu orang lain. Membutuhkan sebuah budaya yang mendukung proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan dan kapasitas pribadi untuk peningkatan kinerja dan juga kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Menggunakan waktu orang lain dengan mengabaikan pembelajaran berarti mempersiapkan sebuah kunci awal kemunduran sebuah usaha . Pembelajaran bisa didesain dari pola interaksi antar Islamic employee atau dengan memberikan pelatihan-pelatihan terpola dan terpadu.
Menggunakan waktu orang lain membutuhkan sebuah seni yang berlandaskan kepada prinsip islam rahmat bagi alam semesta untuk mewujudkan sinergi kebaikan.
Di selesaikan di Bintaro, 16 Maret 2010 jam 13;09 WIB
Bagian dari The Islamic Cashflow Quadrant
Dapatkan cara mengelola keuangan atau finansial ANDA di sini:
http://www.keberkahanfinansial.com/?id=Muhamad+Yunus
Kebebasan financial merupakan sebuah era dimana seseorang tidak perlu bekerja untuk mendapatkan gaji agar pengeluarannya terpenuhi, tetapi dengan kekayaan yang dikelola dengan baik. (Manurung;2008)
Dalam terminology the Islamic cash flow quadran kebebaan financial merupakan kondisi kita mampu menjadikan orang terbebas dari jebakan ribawi dan menghantarkan mereka untuk dapat membantu orang lain untuk menjadi muzakki. Kebebasan financial adalah kita tidak membutuhkan turun langsung dalam berbagai bisnis yang ada, namun menerima bagi hasil dari investasi baik berupa revenue sharing, maupun profit sharing yang tidak menggunakan metode dan cara ribawi.
Kapan kebebasan financial di dapat? Dan bagaimana cara mencapainya dengan kecepatan yang tidak membutuhkan waktu yang lama?
Pertama kita mesti memutuskan berangkat dari cara berfikir muzakki dan rich. Dan tidak berangkat dari cara berfikir poor dan mustahik. Kenapa Mereka yang menikmati kebebasan financial berangkat dari cara pandang muzakki yang mampu memberikan asset yang dimilikinya dan tidak mengurangi. Dan muzakki adalah mereka yang rich.
Mereka mempunyai asset berupa real estate, property, paten, royalty dan berbagai pemasukan lainnya yang membuat mereka dengan sukarela untuk membantu orang lain keluar dari cara pandang poor dan mustahik. Mereka dengan senang hati akan berbagi asset intelektual, asset property dengan mewakafkannya untuk kepentingan yang lebih besar.
Kebebasan financial tidak didapat dari cara pandang dan mental poor dan mustahik yang tidak mampu untuk berbagi asset. Cara pandang adalah mereka yang selalu merasa kekurangan dengan asset yang ada. Walau mereka mempunyai berbagai asset namun tidak mampu memberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Mentalitas mustahik adalah mentalias orang peminta-minta, meminta perlindungan, meminta fee, bonus dan juga yang lainnya walau secara materi mereka mempunyai banyak kekuatan financial.
Pertanyaan kemudian kapankah kita bisa mencapai kebebasan financial dengan cara pandang muzakki dan rich? Ada beberapa langkah untuk kita mencapai dari cara pandang sampai kepada tindakan action dari tingkat individu dan keluarga.
Pertama. Kesadaran bahwa apa yang ada di dunia adalah amanah dan bukan hal milik kita. Cara pandang ini memberikan kita untuk melihat segala sesuatu adalah sebuah titipan untuk diolah lebih baik. Cara pandang ini memberikan efek untuk menunaikan amanah. Ketika kelebihan itu adalah sebuah amanah dan kekurangan tersebut tidak menyakitkan dan apalagi ketika kehilangan.
Kedua . Mempunyai langkah-langkah nyata dalam mencapai kebebasan financial dari tahapan yang bisa diperinci melalui tahapan tahun memasuki quadaran the islamic business owner dan Islamic investor dengan cara pandang muzakki dan rich.
Ketiga. Keluarga atau perorangan harus memperkirakan kapan kebebasan financial tersebut akan didapatkan dengan pendekatan optimis, moderat, dan pesimis. Penetapan ini seiring dengan mempunya langkah-langkah nyata. Bila waktu kebebasan financial sudah ditentukan, maka keluarga atau perorangan tersebut menghitung besaran pengeluaran.
Menghitang pengeluaran adalah memastikan setiap pengeluaran merupakan kebutuhan dan juga pengeluaran untuk mendapatkan asset (pahala) selanjutnya dan tidak mendapatkan liabilitas (dosa) yang membuat hidup bangkrut secara spiritual dan juga asset di dalam kehidupan dunia ini.
Setelah menghitang pengeluaran selanjutnya adalah menghitung dari sumber mana pemasukan yang ingin dilakukan pada waktu mulainya sampai pada tahap kebebasan financial.
Keempat. Adalah mekanisme evaluasi. Hal ini dilakukan untuk menilai konsistensi dan komitmen kita dalam mencapai kebebasan financial. Sering terjadi ada penyimpangan dari kebijakan awal. Mekanisme investasi dapat di lakukan menggunakan satuan waktu semesteran atau caturwulan. Makan sering melakukan review pengeluaran dan pemasukan akan memberikan gambaran sisi mana yang akan dilakukan perbaikan dan juga perubahan untuk mencapai target kebebasan finansial
Siapapun kita dan apapun kondisi kita hari ini bahwa Kebebasan financial dapat di capai dengan masuk pada quadran I-I (Islamic Investor) dengan menjadi invesatasi pada bisnis yang jauh dari praktek riba dan jual beli yang diharamkan dan di kelola oleh I-B (Islamic Business Owner).
Ketika kita telah belajar berinvestasi kemudian langkah selanjutnya adalah membelanjakan cash outflow sebagai sebuah bentuk Asset (pahala) seperti wakaf tunai, amal jariah atau penyewaan lainnya selama masuk dalam kategori membebaskan seseorang dari mustahik dan juga kubangan dosa. Dan berusaha mengurangi Liabilitas (dosa) yang kita belanjakan walau untuk sesuatu kesangan seperti merokok dan juga membuang uang untuk pembelian yang tidak bermanfaat.
Sudah saatnya Anda memutuskan untuk menjadi MUZAKKI & RICH, dan meninggalkan POOR & MUSTAHIK mulai hari ini.
Dapatkan 1 (satu) lembar saham PT. MYANS INSANI SEJAHTERA seharga Rp. 250.000,00 dan anda telah ikut berzakat sebesar 2,5% untuk kegiatan Baitul Muslimin MUZAKKI dan juga 2,5% untuk kegiatan Universitas Kehidupan INACHE.
Hubungi: Muhammad Yunus, S.E 0813 7435 3697
Salam Sang Pemenang Pembelajar
Disponsori oleh:
Madinatul ‘Ilmi
Waralaba Butik Alquran, Hadist dan Buku Jual Beli Cicilan SIFAT
Dapatkan cara mengelola keuangan atau finansial ANDA di sini:
Aktivitas kehidupan menuntut sebuah pengorbanan pertukaran sesuatu hasrat dan keinginan. Pengorbanan pertukaran sesuatu dengan kebutuhan. Berbagai kebutuhan mendasar seperti makan, minum, sandang dan pangan menuntut pengorbanan banyak hal. Pertukaran tersebut melibatkan emosi dan juga perasaan. Terkadang terdapat pertukaran antara kebutuhan dengan keinginanan. Pertukaran ini tidak hanya menggunakan rasionalitas secara penuh. Kecendrungan pengeluaran menggunakan aspek emosi. Marketing in Venus dan Mars membahas lebih lanjut bagaimana sebuah pengeluaran sering menggugah sisi emosional wanita.
Transaksi ekonomi membutuhkan pertukaran. Pada awalnya pertukaran melibatkan barter. Dan dalam pertukaran itu membutuhkan alat tukar, bernama uang dalam arti fisikli. Dalam sejarah peradaban manusia bermacam-macam alat tukar, mulai dari kertas, emas, perak, dan terakhir adalah sebuah gesekan kartu.
Namun terdapat alat tukar yang lain selain uang, yakni ucapakan terima kasih dan keinginan untuk minta tolong. Alat tukar ini semakin memudar dalam rentang kehidupan yang di ukur dari segi kekuatan materi.
Semenjak kita bangun pagi, mengambil air wudhu’ solat, menggosok gigi, odol yang kita gunakan adalah sebuah pengeluaran. Menggunakan gundar gigi adalah pengeluaran. Air yang kita gunakan apakah sumur kita sendiri adalah pengeluaran. Kenapa ? Karna odol, gundar gigi, air yang kita pakai sebahagian mesti kita beli dan menggunakannya secara bertahap.
Dari akativitas pagi hari sampai kita tidur kembali maka kita akan dilingkupi dengan pengeluaran yang pasti. Makan minum, berjalan, bekerja dan juga berkreasi.
Pertanyaan lebih lanjut bagaimana mengelola pengeluaran seefektif dan seefisein mungkin yang sesuai dengan kebutuhan standar tujuan kehidupan. Kadangkala kita terjebak dengan sebuah arus konsumerisme yang telah masuk di sudut-sudut kehidupan. Perilaku ini ditopang oleh berbagai metode dan cara pemasaran, iklan di media cetak, elektronik, kemudahan mendapatkan barang hanya dengan sekali gesek. Perilaku ini membuat sebuah penggelembungan pengeluaran.
Memetakan pengeluaran menggunakan beberapa criteria dan juga efek yang ditimbulakan. Kriteria pengeluaran diantaranya:
1.Kewajiban, adalah dana yang wajib di keluarkan berupa tagihan listrik, telpon, cicilan rumah, kartu kredit.
2.Kebutuhan, melibuti biaya makan, minum, pendidikan
3.Keinginan, daftar keinginan yang merupakan hasrat akan sesuatu barang atau bepergian tanpa itu semua tidak akan berpengaruh apa-apa.
4.Kesenangan
Dari criteria sederhana setiap pengeluaran menjadi kewajiban, kebutuhan atau keinginan, kesengan dengan membuat sebuah frekuensi belanja dengan mencatat pengeluran dalam seminggu. Kemudian kita mempertanyakan apabila hal ini saya tidak lakukan atau gunakan membuat keberlangsungan hidup terganggu. Bisa di siasati atau di gunakan metode tertentu
Hal sederhana ini sering kita abaikan. Untuk sarapan pagi apakah dengan sarapan dirumah atau memberli ke tukang bubur ayam? Bagi yang mengerti tentang criteria maka akan lebih baik makan di rumah buatan istri atau ibu sendiri. Hal ini lebih baik dari -sisi pengeluaran bisa dihemat sekian ribu, dan membahagian orang yang kita cintai dari pada makan membeli bubur ayam di luar.
Pengeluaran mengikuti hukum kebijakan pareto yakni 20 : 80. Pengeluaran kita 80 % hanya di dominasi oleh 20 % aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa perilaku pengluaran tidak rasional dan cendrung irasional. Hal ini sering dimanfaatkan oleh mara marketer yang menggunakan sisi emosi, ketakutan, kesenangan dan juga kelangakaan terhadap suatu produk.
Seringkali pengeluaran secara emosional berdampak luar biasa bagi pengeluaran secara keseluruhan. Kemudian ada beberapa pengeluaran kecil namun hampir setiap hari yang mempengaruhi pengeluaran.
Contoh paling kecil adalah membeli rokok, pengeluaran yang hanya masuk pada criteria kesenangan namun menghabiskan banyak pengeluaran untuk kesengan sesaat. 1.000-15.000 dihabiskan setiap hari untuk kesengan. Berbanding terbalik untuk membayar kewajiban atau bersedekah untuk membantu sesama.
Sudahkah kita belajar bahwa pengeluarkan itu pasti dan menjadikan kita orang kaya raya yang mempunyai kebebasan finansial atau miskin papa? Pilihan itu di kebiasaan pengeluaran kita.
Salam dari kami
Sang Pemenang Pembelajar
Dapatkan cara mengelola keuangan atau finansial ANDA di sini: