Tulisan ini lahir dari sebuah komentar di tulisan omjay dan juga materi kuliah Leadership untuk mahasiswa Universitas Azzahra di kampus fatmawati pada hari sabtu kemaren. Semoga bermanfaat bagi kita semua melihat bagaimana realitas kepemimpinan yang membawa kepada hal yang kurang memanusiakan manusia.
Menelisik dan melumat jejak langkah para pemimpin besar yang terus menjadi inspirasi, teladan dalam sepanjang kehidupan terbentang. Para rasul utusan Allah swt yang hadir setiap kaum dan zaman membawa kebenaran dan konsisten tanpa pernah berhenti untuk menyampaikan dan terus menyampaikan.
Juga menelaah bagaimana pemimpin sekaliber para sahabat Rasulullah, pemimpin besar seperti malcom x, nelson mandela, meninggalkan getaran getaran yang terus bergerak menginspirasi, memompa semangat. Bagaimana seorang Mahatma Ghandi mampu menggerakkan masyarakat India untuk melawan penjajahan Ingris, tanpa banyak bicara.
Ada sebuah kerinduan untuk melihat pemimpin pada tataran elit pemerintahan yang dapat menjadi gerbong kebaikan, dan bukan membawa kepada gerbong kehancuran. Dalam berbagai diskusi dan juga dinamika politik, ekonomi terjadi sebuah kehancuran sistemik keteladanan. Hampir setiap gerak tidak ada kesatuan ayunan ke arah lebih baik.
Menelaah berbagai buku leadership dan juga metode penyampaian materi perkuliahan ada sebuah hal yang hilang dan tidak tersambung. Pengalaman ketika kuliah leadership hanya berkutat dengan konsepsi teoritik, dan sangat berbeda dengan mengikuti beberapa pelatihan kepemimpinan di beberapa organisasi kemahasiswaan, perusahaan yang dihantarkan oleh para pelaku atau pemimpin.
Hemat penulis ada sesuatu yang menjadikan kepemimpinan seseorang terus menerus bergetar. Hal ini teramkum dalam ASK ME, yakni:
Attitude (sikap). Menelisik sikap Rasulullah saw untuk hidup seperti pengikut beliau. Kehidupan beliau sebelum menjadi rasul adalah pengusaha sukses kemudian beliau menginfakkan seluruh harta beliau untuk kaum tertindas. Berjuang untuk menegakkan kemanusian, menghapuskan perbudakan. Hidup dalam kesederhanaan, kebersamaan yang menghunjam dalam sanubari para sahabat dan ummat Islam. Begitu juga sikap yang diambil oleh Mahatma Gandhi dan para pemimpin lainnya. Kekuatan sikap yang konsisten membela kebenaran.
Skill (Keahlian) Keahlian memimpin diri sendiri untuk terus menerus menularkan kepada orang sekitar. Terlahir dari pembelajaran dalam kehidupan. Keahlian untuk menyentuh sisi kemanusian atau fitrah. Nelson mandela dengan keahlian memetakan problematika bangsa afrika selatan ia meresonansikan sebuah spririt kemedekaan dan kesetaraan antara kulit hitam dengan kulit putih. Resonansi skill dari pemimpin inilah yang menguatkan sikap sang pemimpin.
Knowledge (Pengetahuan) Menelusuri labirin-labirin ilmu pengetahuan, realitas masyarakat yang dihadapi. Berdenyut besama hakikat kemanusiaan melahirkan sebuah pengetahuan komprehensif tentang masyarakat, pengikut. Seorang pemimpin adalah pembelajar sepanjang hidup dari siapapun. Rasulullah dalam sebuah kisah bertanya kenapa seorang sahabat yang berprofesi sebagai petani kurma. Kenapa engkau mengawinkan tamar dan tidak membiarkannya saja. Sahabat menjawab bahwa hasil yang didapat lebih baik. Dan rasulullah memahaminya dan berkata engkau lebih mengetahui tentang duniamu.
Meaning of Life (Makna/nilai kehidupan) Dari sikap yang inheren atau menyatu dengan kemampuan dan pengetahuan melahirkan dan memancarkan sebuah makna akan kehidupan. Makna yang tersusun menjadi nilai-nilai pedoman bagi pengkut. Ketika memapar kehidupan para pemimpin kita akan menemukan nilai yang terus mereka perjuangkan.
Energy. Inilah hal utama yang membedakan antara pemimpin dengan pengikut. Banyak orang yang mempunyai sikap, keahlian, pengetahuan, makna hidup namun tidak memiliki kekuatan besar dan terus menerus. Para pemimpin besar memiliki energy yang terus menerus menyala. Tiada kata untuk berhenti menyalukan energy kepemimpinan. Lewat sikap mereka, lewat keahlian mereka, lewat pengetahuan mereka dan juga lewat makna hidup. Sampai hari ini energy itu tetap hidup.
Sebagai penutup tulisan ini ada sebuah kerinduan dalam diri kita sendiri bahwa kita berbuat yang terbaik untuk menjadikan diri kita pemimpin dengan terus meresonansi Attitude, Skill, Knowledge, Meaning of life and Energy untuk lingkaran kehidupan yang kita cintai.
Semoga bermanfaat dan mari kita bertanya ASK ME apakah telah berbuat sesuatu untuk kebaikan mulai hal yang sederhana?
Hidup adalah menjemput kenyataan kita dimasa depan berbagi & bersinergi dalam ridha Allah Swt.
Kamis, Maret 31, 2011
Vitamin asap
Ketika kereta api jurusan kota menuju bogor melalui ruas jalan tebet, terdengar suara yang selalu menyapa pejalan kaki untuk berhenti dan tidak melanggar plang jalan. Begitulah sistem perkertaapian untuk dapat berjalan diatas rel yang telah ditentukan.
Disudut jalan beberapa orang asik berkumpul ditemani kopi hitam yang dibeli dari pedagang keliling. Bebagai cerita mengalir yang diiringi oleh canda tawa dan selorohan. Sore yang telah menepi di barat sebagai pertanda malam telah mulai betugas menyelimuti jakarta.
Seorang pejalan kaki melangkah tergesa-gesa untuk dapat pulang ke rumah dengan menggunakan sarana kereta api yang setiap sore adalah primadona. Para penumpang dengan cekatan naik ke atas atap kereta yang terus bergerak sampai di tujuan. Disudut stasiun beberapa anak gerbong merebahkan diri sambil menghitung penghasilan menjadi penjaga iman dalam kereta api. Menyapu sampah dari penumpang kereta api ekonomi yang terlupa untuk merealisasikan iman.
Namun ada sesuatu yang terus bergerak seiring tarikan nafas yang terburu. Memenuhi rongga dada melewati kerongkongan. Derai tawa dan selorohan seakan menjadi relung untuk memasukkan vitamin asap untuk membeikan efek dramatis. Kepulan demi kepulan berpacu menghembus keluar seperti tarian.
Dibibir pejalan kaki ia memasuki ruang dada dengan terus berburu kereta yang akan berangkat cepat. Seakan menambah energi untuk berlari untuk tidak ketinggalan kereta sore ini. Dan kegelisahan hidup anak gerbong kereta akan himpitan kehidupan menghilang dalam imajinasi vitamin asap yang menyentuh ruang di hidung.
Walau vitamin asap pada satu sisi adalah keberkahan bagi pebisnis untuk mendapatkan keuntungan yang terus tumbuh dari tahun ketahun. Namun di sisi lain vitamin asap adalah vitamin yang mampu mengobati banyak derita kehidupan.Ia bergerak bersama nafas kehidupan untuk mengobati luka-luka yang terus bertambah setiap saat.
Tulisan yang terinspirasi dari vitamin asap yang terhisap secara pasif, di sela perjalanan dari Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra ke ke tempat teman dekat stasiun tebet. Semoga bermanfaat
Disudut jalan beberapa orang asik berkumpul ditemani kopi hitam yang dibeli dari pedagang keliling. Bebagai cerita mengalir yang diiringi oleh canda tawa dan selorohan. Sore yang telah menepi di barat sebagai pertanda malam telah mulai betugas menyelimuti jakarta.
Seorang pejalan kaki melangkah tergesa-gesa untuk dapat pulang ke rumah dengan menggunakan sarana kereta api yang setiap sore adalah primadona. Para penumpang dengan cekatan naik ke atas atap kereta yang terus bergerak sampai di tujuan. Disudut stasiun beberapa anak gerbong merebahkan diri sambil menghitung penghasilan menjadi penjaga iman dalam kereta api. Menyapu sampah dari penumpang kereta api ekonomi yang terlupa untuk merealisasikan iman.
Namun ada sesuatu yang terus bergerak seiring tarikan nafas yang terburu. Memenuhi rongga dada melewati kerongkongan. Derai tawa dan selorohan seakan menjadi relung untuk memasukkan vitamin asap untuk membeikan efek dramatis. Kepulan demi kepulan berpacu menghembus keluar seperti tarian.
Dibibir pejalan kaki ia memasuki ruang dada dengan terus berburu kereta yang akan berangkat cepat. Seakan menambah energi untuk berlari untuk tidak ketinggalan kereta sore ini. Dan kegelisahan hidup anak gerbong kereta akan himpitan kehidupan menghilang dalam imajinasi vitamin asap yang menyentuh ruang di hidung.
Walau vitamin asap pada satu sisi adalah keberkahan bagi pebisnis untuk mendapatkan keuntungan yang terus tumbuh dari tahun ketahun. Namun di sisi lain vitamin asap adalah vitamin yang mampu mengobati banyak derita kehidupan.Ia bergerak bersama nafas kehidupan untuk mengobati luka-luka yang terus bertambah setiap saat.
Tulisan yang terinspirasi dari vitamin asap yang terhisap secara pasif, di sela perjalanan dari Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra ke ke tempat teman dekat stasiun tebet. Semoga bermanfaat
Think Best Do Fast
Pernahkah kita berada dalam situasi dimana berada dalam berbagai dilema pilihan demi pilihan yang mendesak untuk diambil keputusan. Dimana masing-masing pilihan memberikan dampak psikologis dan material. Atau dalam istilah kata makan buah simalakama. Disatu sisi ketika mengambil keputusan yang terlihat saling bertentangan. Saya coba untuk menghadirkan sebuah kejadian keputusan yang saya ambil dalam melanjutkan kuliah di Magister Ekonomi Syariah Unviversitas Azzahra.
Dilema adalah, pertama. Apakah menyerahkan sebagian operasi usaha Karupuak kamang SEHAT-I dengan melakukan musyawarah keluarga yang melibatkan 4 keluarga. Kedua, Melanjutkan studi Magister Ekonomi Syariah dengan kondisi likuiditas terbatas. Ketiga, bagaimana juga belajar dalam proses manajemen perubahan sebuah kampus. Empat, Mendapatkan passive income dari aktivitas bisnis jaringan di Melianature dalam penjualan madu propolis. Lima, memiliki waktu untuk berbagi pengetahuan lewat dunia perkuliahan untuk mematangkan Sang Pemenang Pembelajar jadi sebuah gerakan motivasi. Enam, mempersiapkan beberapa buku yang terbengkalai beberapa waktu. Tujuh, mempesiapkan biaya pernikahan di akhir tahun.
Dalam berbagai pilihan diatas memiliki beberapa potensi konflik yang akan membesar dan juga bisa merusak hubungan baik beberapa kelurga jika tidak ada pembagian kerja dan wewenang yang jelas satu sama lain. Untuk penulisan buku yang terbengkalai dapat bisa berbarengan dengan menjadi team marketing magister ekonomi syariah Universitas Azzahra dan kuliah. Dilihat dalam sekilas akan berada pada wilayah saling bertentangan. Namun dilihat dari sisi yang berbeda bisa ada pada sisi saling melengkapi.
Untuk dapat masuk dalam think best do fast ada beberapa langkah yang saya lakukan. Pertama, Melihat sisi-sisi keterkaitan beberapa variabel pilihan yang ada. Hal ini membutuhkan analisa letak keterhubungan menulis naskah buku dengan perkuliahan. Melihat keterhubungan antara mendelegasikan usaha SEHAT-I grub dengan perbaikan kualitas usaha. Setelah melihat sisi keterkaitan. Langkah selanjutnya adalah Menyusun langkah penyesuaian beberapa aktivitas. Marketing dan kuliah, mengajar dan menulis bisa sejalan dengan melakukan komitmen untuk menuliskan materi kuliah yang akan diajarkan dan dipublikasikan di media blog sosial seperti kompasiana, blog pribadi dan facebook. Langkah ketiga adalah menciptakan suasana dan team pendukung untuk merealisasikan sinkronisasi. Hal ini bermanfaat untuk dapat saling berbagi dan menguatkan.
Sedangkan langkah terakhir adalah meninjau kembali tujuan hidup dan langkah dari visi hidup yang telah ditetapkan. Tinjauan ini berada dalam Allah sebagai tujuan dan Akhir segala perbuatan dalam hidup. Hal ini berguna untuk mampu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk beribadah.
Berfikir yang terbaik dan melakukan dengan cepat mutlak dilakukan dalam dimensi spiritual yang kuat dan emosional yang tenang. Ada hal mendasar dalam melakukan berfikir terbaik dan melakukan dengan cepat. Menghadirkan diri dalam keheningan bernama munajat untuk berdialog dengan sang Pencipta dan juga diri.
Setelah energy spiritual itu lahir maka hal yang harus dilakukan berbagilah harapan kita dengan orang tua. Mintalah restu mereka untuk melangkah dan dapat melakukan sesuatu dengan cepat dari berfikir yang terbaik. Berbagilah kebahagian dan harapan bersama orang yang kita cintai.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Tulisan ini terinspirasi dari menelaah bagaimana bergerak cepat dengan berfikir terbaik untuk menggerakkan team marketing Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra merealisasikan target 14.000 Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah untuk kebutuhan Industri syariah di Indonesia.
Untuk informasi Tentang Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra dapat hubungi kampus beralamat di Jl. Jatinegara Barat no. 144 Kampung Melayu Jakarta Timur. telp. 021-2800 647 atau Muhammad Yunus 0831 8033 2903
Dilema adalah, pertama. Apakah menyerahkan sebagian operasi usaha Karupuak kamang SEHAT-I dengan melakukan musyawarah keluarga yang melibatkan 4 keluarga. Kedua, Melanjutkan studi Magister Ekonomi Syariah dengan kondisi likuiditas terbatas. Ketiga, bagaimana juga belajar dalam proses manajemen perubahan sebuah kampus. Empat, Mendapatkan passive income dari aktivitas bisnis jaringan di Melianature dalam penjualan madu propolis. Lima, memiliki waktu untuk berbagi pengetahuan lewat dunia perkuliahan untuk mematangkan Sang Pemenang Pembelajar jadi sebuah gerakan motivasi. Enam, mempersiapkan beberapa buku yang terbengkalai beberapa waktu. Tujuh, mempesiapkan biaya pernikahan di akhir tahun.
Dalam berbagai pilihan diatas memiliki beberapa potensi konflik yang akan membesar dan juga bisa merusak hubungan baik beberapa kelurga jika tidak ada pembagian kerja dan wewenang yang jelas satu sama lain. Untuk penulisan buku yang terbengkalai dapat bisa berbarengan dengan menjadi team marketing magister ekonomi syariah Universitas Azzahra dan kuliah. Dilihat dalam sekilas akan berada pada wilayah saling bertentangan. Namun dilihat dari sisi yang berbeda bisa ada pada sisi saling melengkapi.
Untuk dapat masuk dalam think best do fast ada beberapa langkah yang saya lakukan. Pertama, Melihat sisi-sisi keterkaitan beberapa variabel pilihan yang ada. Hal ini membutuhkan analisa letak keterhubungan menulis naskah buku dengan perkuliahan. Melihat keterhubungan antara mendelegasikan usaha SEHAT-I grub dengan perbaikan kualitas usaha. Setelah melihat sisi keterkaitan. Langkah selanjutnya adalah Menyusun langkah penyesuaian beberapa aktivitas. Marketing dan kuliah, mengajar dan menulis bisa sejalan dengan melakukan komitmen untuk menuliskan materi kuliah yang akan diajarkan dan dipublikasikan di media blog sosial seperti kompasiana, blog pribadi dan facebook. Langkah ketiga adalah menciptakan suasana dan team pendukung untuk merealisasikan sinkronisasi. Hal ini bermanfaat untuk dapat saling berbagi dan menguatkan.
Sedangkan langkah terakhir adalah meninjau kembali tujuan hidup dan langkah dari visi hidup yang telah ditetapkan. Tinjauan ini berada dalam Allah sebagai tujuan dan Akhir segala perbuatan dalam hidup. Hal ini berguna untuk mampu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk beribadah.
Berfikir yang terbaik dan melakukan dengan cepat mutlak dilakukan dalam dimensi spiritual yang kuat dan emosional yang tenang. Ada hal mendasar dalam melakukan berfikir terbaik dan melakukan dengan cepat. Menghadirkan diri dalam keheningan bernama munajat untuk berdialog dengan sang Pencipta dan juga diri.
Setelah energy spiritual itu lahir maka hal yang harus dilakukan berbagilah harapan kita dengan orang tua. Mintalah restu mereka untuk melangkah dan dapat melakukan sesuatu dengan cepat dari berfikir yang terbaik. Berbagilah kebahagian dan harapan bersama orang yang kita cintai.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Tulisan ini terinspirasi dari menelaah bagaimana bergerak cepat dengan berfikir terbaik untuk menggerakkan team marketing Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra merealisasikan target 14.000 Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah untuk kebutuhan Industri syariah di Indonesia.
Untuk informasi Tentang Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah Universitas Azzahra dapat hubungi kampus beralamat di Jl. Jatinegara Barat no. 144 Kampung Melayu Jakarta Timur. telp. 021-2800 647 atau Muhammad Yunus 0831 8033 2903
KISSME to SEHAT-I
Seorang ibu menenteng barang dagangannya di pagi subuh yang terus merambat naik menuju siang. Setiap hari ia menuju pasar yang telah lama ia jambangi. Riwayat kehidupannya yang memiliki alur tidak sederhana. Berbagai pekerjaan telah ia lakoni. Mulai dari Pembantu Rumah Tangga, Cleaning Servis. Namun diusia mulai senja ia tidak dianggap produktif lagi. Untuk menyambung hidup ia mencoba berdagang aneka kerupuk, sayuran dan dagangan yang lain untuk dapat mendapatkan penghasilan.
Banyak kisah yang menggambarkan sebuah kemauan untuk berusaha. Ada sebuah langkah pertama yang harus dilakukan oleh seseorang untuk terus betahan hidup. langkah tersebut bernama Keberanian. Ada berbagai macam latarbelakang yang memicu seseorang untuk memunculkan keberanian. Keterdesakan ekonomi, kiinginan untuk berubah, tuntunan tanggung jawab.
Keberanian adalah kunci pertama untuk keluar dari wilayah nyaman. APakah kita yang beada dalam zona karyawan untuk masuk ke business owner atau investor. Keberanian untuk mencoba hal baru, mencari pengalaman dan pembelajaran baru. Terdapat tiga tahapan untuk mampu memaksimalkan keberanian. Pertama, kesadaran realitas diri. Kedua, harapan yang terukur dan ketiga. dukungan orang tercinta.
Menjadi wirausaha mesti memiliki keberanian untuk Sharing atau berbagi. Berbagi pasar, keuntungan, ilmu dan juga pengalaman. Berbagi ini melahirkan sebuah gerak untuk dapat menambah jaringan bisnis. Apapun usaha kita tiada niat untuk berbagi informasi, pengatahuan produk dan manfaat. Jangan diharap usaha dikenal oleh orang lain.
Ada keberanian yang mesti dilakukan untuk menjadi wirausaha sukses yakni Empowering/pemberdayaan. Melakukan pendidikan berkelanjutan bagi diri, karyawan mitra usaha. Dalam salah satu bisnis berbasis jaringan pemasaran ada sebuah mekanisme pembedayaan lewat pelatihan, seminar dan workshop. Keberanian untuk memberdayakan melahirkan sebuah sukses bersama.
Setelah keberanian maka menggerakkan tahapan selanjutnya Inisiatif. Dalam wirausaha ada kemauan untuk memulai menawarkan, menceritakan dan langkah lainnya. Seperi produk rendang telur SEHAT-I, ada inisiatif untuk mempublikasikan bagaimana proses pembuatan, manfaat yang di dapat dan juga aspek berbagi (sharing).
Inisiatif adalah langkah proaktif. seperti senyum dan menyapa orang lain adalah langkah inisiatif untuk membuka komunikasi dan dilanjutkan dengan penawaran. Pengalaman menggunakan kereta api, pesawat, bus kita akan mendapatkan inisiatif penawaran dari para pedagang. Penawaran via sms, email.
Ketika keberanian dan inisiatif telah berpadu maka ada langkah selanjutnya yakni Servis. Tiada usaha tanpa pelayanan. Apakah sebuah usaha menjual kerupuk kamang SEHAT-I. Ada unsur pelayanan berbentuk, standar kualitas produk, cita rasa yang gurih. Layanan distribusi dan juga kemasan serta penjual yang murah senyum.
Servislah yang membedakan sebuah usaha apakah berkembang atau malah tutup sama sekali. Kekecewaan konsumen atas servis yang tidak memuaskan menciptakan larinya konsumen dan membawa konsumen potensial lainnya. Belajar dari kekuatan servis perbankan atau senyuman pramugari maskapai penerbangan memberikan sebuah kepuasan yang berbeda dengan kualitas layanan pedagang kaki lima yang terkadang memaksa.
Menjadi wirausaha tiada kata instan, ada sebuah proses yang mesti dilalui yakni Survival (bertahan). Sebuah usaha apapun, penjualan rendang telur SEHAT-I, kerupuk kamang SEHAT-I membutuhkan masa ujian untuk bertahan dalam pasar yang kompetitif baik sesama jenis produk atau produk lainnya.
Ada sebuah inspirasi tentang survival. Lumat yang tumbuh di dinding air terjun. Ia melekat kuat dan fleksibel betahan dari derasnya air terjun yang setiap saat mengajak untuk terlepas.
Keberanian, Inisiatif, Servis, survival di ikuti dengan Manajemen usaha dan Energi untuk terus Berbagi, Pemberdayaan. Menyehatkan diri dan bisnis kemudian begerak dalam pribadi dan usaha yang Amanah.
Tiada usaha tanpa manajemen dan juga energy yang menjadi pendorong. Dalam beberapa pertemuan dengan pelaku-pelaku wirausaha ada sebuah pembelajaran yang saya dapatu yakni Energy untuk berbagi, Energy untuk memberdayakan, Energy untuk berbinis memperbaiki diri, keluarga dan Energy saling membantu.
KISS ME to SEHAT-I mrupakan akronim dari KEBERANIAN, INISIATIF, SERVIS, SURVIVAL, MANAJEMEN dan ENERGY untuk SHARING, EMPOWERING, HEALTY, AMANAH TAWAKKAL dan IHSAN.
Semoga bermanfaat.
Banyak kisah yang menggambarkan sebuah kemauan untuk berusaha. Ada sebuah langkah pertama yang harus dilakukan oleh seseorang untuk terus betahan hidup. langkah tersebut bernama Keberanian. Ada berbagai macam latarbelakang yang memicu seseorang untuk memunculkan keberanian. Keterdesakan ekonomi, kiinginan untuk berubah, tuntunan tanggung jawab.
Keberanian adalah kunci pertama untuk keluar dari wilayah nyaman. APakah kita yang beada dalam zona karyawan untuk masuk ke business owner atau investor. Keberanian untuk mencoba hal baru, mencari pengalaman dan pembelajaran baru. Terdapat tiga tahapan untuk mampu memaksimalkan keberanian. Pertama, kesadaran realitas diri. Kedua, harapan yang terukur dan ketiga. dukungan orang tercinta.
Menjadi wirausaha mesti memiliki keberanian untuk Sharing atau berbagi. Berbagi pasar, keuntungan, ilmu dan juga pengalaman. Berbagi ini melahirkan sebuah gerak untuk dapat menambah jaringan bisnis. Apapun usaha kita tiada niat untuk berbagi informasi, pengatahuan produk dan manfaat. Jangan diharap usaha dikenal oleh orang lain.
Ada keberanian yang mesti dilakukan untuk menjadi wirausaha sukses yakni Empowering/pemberdayaan. Melakukan pendidikan berkelanjutan bagi diri, karyawan mitra usaha. Dalam salah satu bisnis berbasis jaringan pemasaran ada sebuah mekanisme pembedayaan lewat pelatihan, seminar dan workshop. Keberanian untuk memberdayakan melahirkan sebuah sukses bersama.
Setelah keberanian maka menggerakkan tahapan selanjutnya Inisiatif. Dalam wirausaha ada kemauan untuk memulai menawarkan, menceritakan dan langkah lainnya. Seperi produk rendang telur SEHAT-I, ada inisiatif untuk mempublikasikan bagaimana proses pembuatan, manfaat yang di dapat dan juga aspek berbagi (sharing).
Inisiatif adalah langkah proaktif. seperti senyum dan menyapa orang lain adalah langkah inisiatif untuk membuka komunikasi dan dilanjutkan dengan penawaran. Pengalaman menggunakan kereta api, pesawat, bus kita akan mendapatkan inisiatif penawaran dari para pedagang. Penawaran via sms, email.
Ketika keberanian dan inisiatif telah berpadu maka ada langkah selanjutnya yakni Servis. Tiada usaha tanpa pelayanan. Apakah sebuah usaha menjual kerupuk kamang SEHAT-I. Ada unsur pelayanan berbentuk, standar kualitas produk, cita rasa yang gurih. Layanan distribusi dan juga kemasan serta penjual yang murah senyum.
Servislah yang membedakan sebuah usaha apakah berkembang atau malah tutup sama sekali. Kekecewaan konsumen atas servis yang tidak memuaskan menciptakan larinya konsumen dan membawa konsumen potensial lainnya. Belajar dari kekuatan servis perbankan atau senyuman pramugari maskapai penerbangan memberikan sebuah kepuasan yang berbeda dengan kualitas layanan pedagang kaki lima yang terkadang memaksa.
Menjadi wirausaha tiada kata instan, ada sebuah proses yang mesti dilalui yakni Survival (bertahan). Sebuah usaha apapun, penjualan rendang telur SEHAT-I, kerupuk kamang SEHAT-I membutuhkan masa ujian untuk bertahan dalam pasar yang kompetitif baik sesama jenis produk atau produk lainnya.
Ada sebuah inspirasi tentang survival. Lumat yang tumbuh di dinding air terjun. Ia melekat kuat dan fleksibel betahan dari derasnya air terjun yang setiap saat mengajak untuk terlepas.
Keberanian, Inisiatif, Servis, survival di ikuti dengan Manajemen usaha dan Energi untuk terus Berbagi, Pemberdayaan. Menyehatkan diri dan bisnis kemudian begerak dalam pribadi dan usaha yang Amanah.
Tiada usaha tanpa manajemen dan juga energy yang menjadi pendorong. Dalam beberapa pertemuan dengan pelaku-pelaku wirausaha ada sebuah pembelajaran yang saya dapatu yakni Energy untuk berbagi, Energy untuk memberdayakan, Energy untuk berbinis memperbaiki diri, keluarga dan Energy saling membantu.
KISS ME to SEHAT-I mrupakan akronim dari KEBERANIAN, INISIATIF, SERVIS, SURVIVAL, MANAJEMEN dan ENERGY untuk SHARING, EMPOWERING, HEALTY, AMANAH TAWAKKAL dan IHSAN.
Semoga bermanfaat.
Sajadah koran
Jum’at adalah moment terbaik bagi ummat islam laki-laki untuk berkumpul dan melaksanakan kewajiban ibadah. Hari jum’at mempunyai banyak kemulian dan keutamaan yang dapat di dimanfaatkan secara maksimal dan terencana.
Siang ini saya sholat jum’at di masjid Attauhid Arief Rahman Hakim komplek Salemba UI. Berjumpa lagi dengan rektor kampus warung babe yang mengambil lokasi di halte salemba UI, bertemu dengan mahasiswa ojek bupamaneng, penyanyi bisu yang entah kemana dan juga teman-teman mahasiswa kehidupan lainnya.
Derai tawa, kisah hidup yang tetap bergerak cepat di perputaran aneka aktivitas yang terus bergerak. Bertukar kabar dan sedikit cerita tentang bertahan di jakarta. Tulisan ini sekedar untuk mendokumentasikan lintasan pemikiran untuk dapat menjadi sesuatu bermanfaat. judul tulisan diatas adalah sebuah ruang masuk untuk memahami sebuah potret yang menohok sanubari, meledakkan nurani dan mengurai air mata kehidupan.
Menjelang kita solat setelah melepas sepatu dan menitipkannya di tempat penitipan. Mengambil wudhu’ dan memilih tempat yang pas dengan kondisi ruangan. Maka dengan cara marketing yang paling utama yakni menawarkan. Seorang anak kecil berusia 7 tahun menawarkan koran selembar yang dilipat empat seharga Rp. 1000,- kesetiap peserta jum’at yang mau di registrasi oleh malaikat sebagai peserta jum’at hari ini.
Tiada kelelahan di wajahnya yang bersinar, bahwa setiap lembar koran yang ditawarkan berharap menjadi uang yang dapat di nikmati nanti. Menjadi penolong untuk tempat sujud peserta jum’atan yang terus berdoa mengharapkan banyak hal untuk kehidupan. Ada rona optimisme mengejar keberkahan berbinis. Ada daya dorong yang kuat untuk membantu peserta jum’atan menikmati sujud.
Namun entah setelah sajadah koran menumpahkan catatan-catatan laporan berbentuk doa-doa peserta jum’atan dalam laporan jurnalisme malaikat. Namun catatan dalam koran yang menjadi sajadah yang terkadang tidak selaras dengan do’a orang sujud. Terdapat sebuah berita tentang semua pencapaian, kemenangan, dan lainnya. Namun tidak terlihat sebuah optimesme tentang bagaimana menuliskan menjadi pengusaha sajadah koran.
Setelah usai shalat jum’at maka sajadah koran akan menjadi sebuah sumber pendapatan yang diperebutkan oleh penjaga iman/pemulung/pengusaha kebersihan. Terdapat berkah-berkah yang membekas dari sujud peserta jum’atan yang akan memberikan tambahan pendapatan untuk dapat bertahan hidup di Jakarta.
Seorang nenek tua dengan cekatan meminta koran Kompas tertangga 21 januari 2011 yang saya baca. Berita headline adalah tentang bencana lahar dingin di merapi, semoga tidak salah. Dimana dipaparkan tentang bagaimana dahsyatnya alam. Namun di hadapan mata di setelah sujud di sajadah koran terpampang berita, foto hidup tetntang bagaimana dahsyatnya kehidupan. Kehidupan yang memporak-porandakan tentang kemakmuran, keadilan dan juga kesejateraan.
Terima kasih kepada saudaraku yang telah menawarkan sajadah koran, ku tahu di balik sujud dan do’a kami ada action yang mesti kami realisasikan. Terima kasih ibu bagaimana engkau mengajarkan untuk selalu menjadi pejuang iman dengan tidak membuang koran sembarangan.
Kehidupan itu indah dikala sesuatu menjadi pembelajaran dan menggerakkan jiwa untuk berbuat dan berbagi bagi sesama. Semoga kita ketemu kembali.
Serial tulisan Kampus warung babe dan juga Traveling 1 Rupiah.
Semoga bermanfaat
Siang ini saya sholat jum’at di masjid Attauhid Arief Rahman Hakim komplek Salemba UI. Berjumpa lagi dengan rektor kampus warung babe yang mengambil lokasi di halte salemba UI, bertemu dengan mahasiswa ojek bupamaneng, penyanyi bisu yang entah kemana dan juga teman-teman mahasiswa kehidupan lainnya.
Derai tawa, kisah hidup yang tetap bergerak cepat di perputaran aneka aktivitas yang terus bergerak. Bertukar kabar dan sedikit cerita tentang bertahan di jakarta. Tulisan ini sekedar untuk mendokumentasikan lintasan pemikiran untuk dapat menjadi sesuatu bermanfaat. judul tulisan diatas adalah sebuah ruang masuk untuk memahami sebuah potret yang menohok sanubari, meledakkan nurani dan mengurai air mata kehidupan.
Menjelang kita solat setelah melepas sepatu dan menitipkannya di tempat penitipan. Mengambil wudhu’ dan memilih tempat yang pas dengan kondisi ruangan. Maka dengan cara marketing yang paling utama yakni menawarkan. Seorang anak kecil berusia 7 tahun menawarkan koran selembar yang dilipat empat seharga Rp. 1000,- kesetiap peserta jum’at yang mau di registrasi oleh malaikat sebagai peserta jum’at hari ini.
Tiada kelelahan di wajahnya yang bersinar, bahwa setiap lembar koran yang ditawarkan berharap menjadi uang yang dapat di nikmati nanti. Menjadi penolong untuk tempat sujud peserta jum’atan yang terus berdoa mengharapkan banyak hal untuk kehidupan. Ada rona optimisme mengejar keberkahan berbinis. Ada daya dorong yang kuat untuk membantu peserta jum’atan menikmati sujud.
Namun entah setelah sajadah koran menumpahkan catatan-catatan laporan berbentuk doa-doa peserta jum’atan dalam laporan jurnalisme malaikat. Namun catatan dalam koran yang menjadi sajadah yang terkadang tidak selaras dengan do’a orang sujud. Terdapat sebuah berita tentang semua pencapaian, kemenangan, dan lainnya. Namun tidak terlihat sebuah optimesme tentang bagaimana menuliskan menjadi pengusaha sajadah koran.
Setelah usai shalat jum’at maka sajadah koran akan menjadi sebuah sumber pendapatan yang diperebutkan oleh penjaga iman/pemulung/pengusaha kebersihan. Terdapat berkah-berkah yang membekas dari sujud peserta jum’atan yang akan memberikan tambahan pendapatan untuk dapat bertahan hidup di Jakarta.
Seorang nenek tua dengan cekatan meminta koran Kompas tertangga 21 januari 2011 yang saya baca. Berita headline adalah tentang bencana lahar dingin di merapi, semoga tidak salah. Dimana dipaparkan tentang bagaimana dahsyatnya alam. Namun di hadapan mata di setelah sujud di sajadah koran terpampang berita, foto hidup tetntang bagaimana dahsyatnya kehidupan. Kehidupan yang memporak-porandakan tentang kemakmuran, keadilan dan juga kesejateraan.
Terima kasih kepada saudaraku yang telah menawarkan sajadah koran, ku tahu di balik sujud dan do’a kami ada action yang mesti kami realisasikan. Terima kasih ibu bagaimana engkau mengajarkan untuk selalu menjadi pejuang iman dengan tidak membuang koran sembarangan.
Kehidupan itu indah dikala sesuatu menjadi pembelajaran dan menggerakkan jiwa untuk berbuat dan berbagi bagi sesama. Semoga kita ketemu kembali.
Serial tulisan Kampus warung babe dan juga Traveling 1 Rupiah.
Semoga bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)