Selasa, Desember 08, 2009

MUSAJIK (MESJID, MUSHALLA, SURAUKU) DILAMUN KEHIDUPAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Alhamdulillaahirabbil’aalamiin.

Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabbmu dalam keadaan saling meridhoi, marilah jadi hamba-KU dan masukilah Surga-KU. (al-Fajri: 29-31)

Tiada berhak orang-orang musyrik memakmurkan mesjid Allah, Sedang mereka menjadi saksi diatas dirinya dengan kekafiran. Mereka itu hapuslah sekalian amalannya, dan di dalam neraka mereka kekal selam-lamanya. Hanya yang memakmurkan mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari yang kemudian serta mendirikan solat dan mengeluarkan zakat, sedang ia tidak takut, melainkan kepad Allah. Maka meudh-mudahan mereka itu termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S Attaubah 17-18)


Bencana, musibah, ujian dalam bentuk gempa bumi, topan, banjir, penyakit menular atau apapun bentuk lainnya adalah karunia Allah Swt untuk manusia. Bagi mereka yang beriman dan ulul albab menjadi iktibar dan penguatan azzam mereka menjadi Hamba Allah bukan Hamba Thagut. Bagi mereka yang lupa atau kufur ini adalah peringatan untuk kembali ke Jalan Allah. Bagi Mereka yang menantang Allah, Rasul, Al-quran ini adalah laknat dan pembuktian Sang Rabb benarkah mereka berkuasa di muka bumi. Mari kita berdo’a semoga kita masuk dalam golongan Hamba Allah Mukmin dan Ulul Albab.

30 September 2009 pada pukul 17:16 WIB, Sumatera barat di guncang gempa bumi pada 71 dibawah permukaan bumi arah barat daya Pariaman. Gempa yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur korban meninggal sampai seribu orang dan kerusakan fasilitas publik berupa mesjid, mushalla, sekolah. Gempa meluluh lantakkan semua yang ada di muka bumi. Kehancuran itu tidak sampai dalam hitungan 1 menit. Nyatalah bahwa Allah pemilik langit dan bumi, bukan kita manusia yang dhaif ini.

19 Oktober 2009 dalam perjanan survey dan pra asessment mesjid, surau yang hancur. Kami bertanya kepada salah seorang warga di Kanagarian Campago, Kampuang Sie Galam Ajuang. Assalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuh, maaf pak numpang nanya? nama surua kito apa pak? Bapak terdiam dan berfikir sejenak, sambil sebatang rokok menyelib di antara jari-jari beliau. Sebuah jawaban yang tidak kami duga-duga meluncur dari bibir beliau eh..eh patah lidah ambo manyabuiknyo (Patah lidah saya menyebutkan namanya) dalam hati kami beristigfar dan berprasangka bahwa beliau jarang sekali untuk solat disana, sampai tidak tahu nama surau. Akhirnya muncul ibu-ibu pulang dari tapian tampek mandi (sumur bersama di suatu kampung) yang memberikan informasi kepada kami tentang nama surau yang kami cari dan lihat tadi.

Mesjid hanya menjadi tempat ritual solat jum’atan, 2 hari raya idul fitri. Tidak menjadi tempat ibadah solat lima waktu. Mesjid tidak menjadi tempat menempa karakter umat Islam dan menjadi majlis-majlis Ilmu. Penulis melakukan wawancara di nagari lubuak aluang dengan seorang imam tuanku mushalla. Mesjid hanya digunakan untuk solat jum’at dan idul fitri dan adha. Sedangkan untuk solat lima waktu tidak ada kegiatan solat berjamaah, ketiadaan Imam, makmum.

Ketika bencana berlalu, dan menghancurkan banyak rumah, namun msih ada mereka yang mampu dan mau melaksanakan walimatur urusy atau baralek dengan mewahnya dan beberapa rumah tetangganya hancur. Hilangnya sikap empati akan sesama. Dalam sebuah sabda rasulullah akan datang suatu masa dimana orang cinta dunia dan takut mati.

Tidak terjadinya penambahan jumlah jamaah solat subuh. Dari pengalaman penulis dan juga beberapa teman relawan menyatakan dan menyaksikan hanya sedikit tempat yang mempunyai jamaah lebih satu saf. Dan yang menjadi jamaah solat subuh adalah relawan dari ormas-ormas Islam. Mesjid, surau hanya menjadi bangunan yang tidak mempunyai kehidupan dan menjadi sumber pembentuk karakter masyarakat minangkabau. Hal ini secara miris di tulis oleh AA Navis dalam Novelnya berjudul Runtuhnya Surau Kami.

Beberapa aspek persolaan kekinian akumulasi dari dosa pribadi dan dosa bersama ummat di wilayah gempa. Dalam sebuah hadist rasulullah menyatakan bahwa ketika dosa telah terang-terangan maka tunggulah azab Allah akan datang. Beberapa persoalan dosa dan kebangkangan umat dapat ditinjau dan digolongkan:

A. Aspek Aqidah Spiritual

B. Aspek Ekonomi Finansial
1. Bekubangnya umat Islam dalam sistem ribawi. Program teranyar pemerintah adalah PNPM Mandiri. Masyarakat terlibat dalam bank 46, peminjaman dengan pembayaran lebih dengan tingkat bunga sampai 20% perbulan. Masyarakat terlibat secara langsung dalam sistem perbankan berbasis konvensional.
2. Banyaknya praktek jual beli garar, sistem ijon dan tengkulak. Proktek ini sering dengan jual beli di kebun. Seumpama menjual hasil kalapa satu kebun. Menjaual padi yang masih di sawah dan juga menjual ikan di dalam kolam.
3. Mengurangi timbangan.
C. Aspek Sosial Kemasyarakatan
1. Hilangnya para imam mesjid, yang menjadi imam solat per surau. Dibeberapa tempat tidak terdapat imam tetap yang menjadi imam solat. Hal ini diperparah dengan kondisi pengetahuan keagamaan masyarakat tentang ibadah yang rendah. Mengakibatkan kepala keluarga tidak bisa menjadi imam solat bagi keluarga dan juga bagi masyarakat.
2. Berpacunya umat islam membangun mesjid, mushalla, surau. Namun melupakan bagaimana caranya memakmurkannya. Hampir disetiap sudut kampung dan kota berdiri mesjid dan mushalla, namun dengan sedikit jamaah. Dan kadang-kadang hanya imam sekaligus sebagai makmum.
3. Tidak tahunya masyarkat bagaimana bertransaksi sesuai dengan syariah islam. hal ini penulis temui dalam beberapa wawancara dengan masyarakat. Transaksi lebih banyak bersifat garar. Sebagai contoh membeli kelapa dengan sistem beli separak, atau membeli pinang dengan sistem beli separak. Membeli manggis dengan beli sepohon. Belakukunya ribawi dalam meminjam uang atau menjadikan modal untuk bertanam.
4. Pengkultusan imam atau tuanku, dalam hal ini seiring dengan pemujaan terhadap imam. hal ini terdapat pada penghiasan kuburan tuanku yang telah lama meninggal dan menjadikan sebuah wiritan untuk beliau. fenomena ini dinamakan dengan basafa
5. Penyakit Ota lapau. Kecendrungan masyarakat melakukan interaksi dan bertukar informasi berada di Kedai-kedai yang sering berkumpul di pagi hari dan juga menjelang sore sampai malam hari. Rasulullah saw bersabda, “Orang yang paling aku benci dan paling jauh majlisnya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, membual dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan dirinya (angkuh)” (HR ahmad, Ibnu Hibban, dan Abu Nu’aim)

SOLUSI UNTUK AKSI BERSAMA

A. Aspek Aqidah Spiritual
Pembinaan aspek aqidah Spiritual meliputi beberapa tahapan.
Pertama, jangka pendek. Gerakan waqaf alquran terjemahan dan tafsir alazhar dan fizilaalil alquran. Hal ini ditopang dengan kajian tafsir dan tahsinul quran.
Kedua, jangka menengah. Program ini meliputi beasiswa pendidikan dan juga pengembangan kawasan ekonomi terpadu
B. Aspek Ekonomi Finansial
Pembinaan aspek ekonomi dengan dilakukan pinjaman tanpa bunga dan bagi hasil. Jamaah dan masyarakat meminjam kepada mesjid atau mushalla dengan mengikuti pola solat subuh berjamaah dan juga solat isya. Gerakan ini menggabungkan unsur pengelolaa ZISWAF dan Investasi mesjid/ mushalla.
C. Aspek Sosial Kemasyarakatan
Pembinaan masyarakat selara dengan pembinaan aspek aqidah dan ekonomi yang sesuai dengan kaidah alquran dan sunnah. Pembinaan ini dibantu oleh beberapa lembaga Swadaya Masyarakat yang berciri khas keislaman.

Penutup
Orang-orang munfaik laki-laki dan perempuan sebagian bagi sebagian mereka menyuruh kepada yang mungkar dan melarang dari yang ma’ruf, mereka mengenggam tangannya (bakhil) Mereka melupakan Allah, lalu Allah melupakan mereka, sesungguhnya orang-orang munafik itu ialah orang-orang fasik. Allah telah menjanjikan neraka jahannam untuk orang muafik laki-laki dan perempuan dan orang-orangkafir serta kekal mereka di dalamnya. itu cukup (untuk balasannya) Allah mengutuki mereka, dan untuk mereka siksaan yang abadi. (Q.S Attaubah 67-68)

Rabu, Juli 08, 2009

KETERA API SUPER MALL

Pemandangan indah terpampar di depan mata yang terlihat dari balik jendela kereta api jurusan jatinegara kuntoharjo. Hamparan sawah yang menghijau, pohon-pohon yang yang berdiri kokoh dan terlihat berlari. Para petani yang menggarap lading, dan anak-anak yang bermain di sungai.

Kereta api adalah salah satu sarana transportasi publiuk. Kemampuan daya angkut yang banyak menjadikan kereta api sebagai transportasi yang banyak dipilih masyarakat luas. Dalam serjarah perkereta apian Indonesia dimulai pada jazan penjajahan belanda. Balanda membangung jalur-jalur kereta untuk memudahkan panggukatan hasil bumi, rempah-rempah maupun hasil tambang.

Kereta api terbagi menjadi tiga kelas, eksekutif, bisnis dan ekonomi. Pada masing-masing mempunyai sisi keunggulan dan system pelayanan yang berbeda satu sama lainnya. Kereta api eksetkutif dengan tarif diatas 200 ribu, bisnis dibawah 200 dan ekonomi di bahwah 50 ribu.

Hampir dalam setiap rangkaian gerbong kereta api terdapat restoran atau ruang makan. Manajemen kereta api menyediakan kebutuhan penumpang. Untuk kelas eksekutif menu dan pelayanan akan berbeda dengan kelas ekonomi. Hal yang menarik dalam sebuah perjalan menggunakan kereta api adalah terdapatnya pertemuan akan kebutuhan penumpang dengan penawaran pedangang.

Pedangang air minum. Jhon menjajakan mizone dengan palapan mijon, mijon, penjual batik halus, penjual cenang, penjual petok, bakpia, kopi mulai dari kopi kapal api, mix, pop me, nasi serba lima ribu, cindra mata. Hasil kerajinan dan banyak lagi pedangan yang meraup keuntungan.

Kereta api super mall menggunakan konsep toko berjalan dan penawaran langsung pada konsumen. Dalam istilah dunia usaha pola pelayanan ini adalah jemput bola dan direc selling. Disana teraji komunikasi yang akrap antara pedangan dengan konsumen, bukan lips servis belaka. Setiap ketera api super mall dengan tujuan berbeda menawarkan keunikan dan keberagaman yang kompleks. Setiap perjalanan ketera api super mall (dalam hal ini tergantung nama kereta apinya) menghadirkan banyak toko berjalan.
Dalam perjalanan saya ke Jogja sebelumnya saya ke station kuntowijoyo dulu. Dalam perjalanan kereta api mendapatkan kereta api super mall yang ciamik-namun sayang foto ngak ada karna hpku hilang-dan pemandangan indah.

Dalam kereta api super mall kita di suguhi dengan aneka jajanan nan murah, pemandangan yang indah nan mempesona, senyuman ramah pedagang dan juga senyum temen sebelah atau di depan kita. Cengkrama bersama dan rasa kebersamaan yang sulit di temukan di kereta api super mall eksektif, he he.

Namun ada beberapa permasalahan yang mesti di perbaiki manajemen kereta api hal ini di ulas dalam tulisan lain.

Terima kasih saya dalam perjalanan untuk keluarga Bapak Sunaryo (PT. Coca Cola Campany) Anom (pak RT di solo) atas inspirasinya. Dan juga semua yang pernah berbinfang dalam kereta api super mall.

Maka jadilah keretapi super mall sebuah wisata uniq di indonesia.

Kereta api super mall, 3 Juli 2009
http://tbn1.google.com/images?q=tbn:jMVBR9DvngiCZM:http://crayoners.files.wordpress.com/2008/07/kereta.jpg

Jumat, Juli 03, 2009

Fattahul Mukminin


Tenang ia berada di pangkuan sang ibu. tertidur pulas diantara derap kaki pejalan kaki. Dewi nama itulah yang ia sampaikan. mempunyai empat orang anak yang paling besar baru berumur sepuluh tahun. dan paling bungsu baru berumur kurang 2 minggu.

diantara derap kaki pejalan kaki, sang ibu berharap ada uluran tangan dari mereka yang mempunyai kepedulian tinngi. seribu rupiah,lima ratus ia kumpulkan untuk menyambung hidup.

ketiaka ditanya siapa nama anak yang ia bawa,dengan sedikit risau ia menjawab belum ada mas. seiring obrolan maka ku usulkan namanya adalah fattahul mukminin. beliah mempunyai seorang suami yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. tinggal di kawasan kumuh tanah abang jakarta pusat.

kenapa nama tersebut bukan namalainnya? karna disana ada doa bahwa orang islam bukanlah masyarakat yang mempunyai mental pengemis dan ku juga berharap bahwa anak kelak mengubah kehidupan sang ibu besrta keluarga.

mestikah ia ikut dalam "mengais rezki dari uluran tangan kita"?

fattahul mukminin kutunggu bahwa kau adalah pengubah realitas kehidupan keluargamu.....

Senin, September 22, 2008

wudhu sehat

Apakah wudhu kita telah memenuhi kaidah baik secara fikih maupun kesehatan.? Beberapa kesalahan yang tidak kita sadari dalam berwudhu. Pertama kita sering tergesa-gesa dalam melakukan wudhu, kedua tidak melakukan pemijatan atau pengusapan pada seluruh organ bagian wudhu’ ketiga sering tidak melakukan penyempurnaan hal ini mengakibatkan wudhu yang tidak sempurna dan juga tidak menyehatkan. Kemudian apa hubungan wudhu dengan kesehatan tubuh? Disinilah kebesaran Allah dan kasih sayang beliau kepada umat islam. Begitu indah dan subhanallah itu yang seharusnya keluar dari ucapan kita.

Wudhu adalah ibadah yang bersertakan dengan solat, wudhu menjadi wajib dan sarat mutlak untuk memulai ibadah solat. Wudhu mempunyai proses dari berkumur-kumur sampai mencuci kaki. Tata cara berwudu’ yang dinyatakan dalam alquran surat Almaidah ayat 6 yang berbunyi “ Wahai orang-orang yang beiman! Apabila kamu hendak melaksanakan solat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke dua mata kaki.

Jika kamu junub maka mandilah. Dan apabila kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air maka bertayamulah dengan debu yang baik (suci), usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurakan nikmatNya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Dalam berwuduk terdapat sebuah terapi untuk kesehatan. Dimana kita melakukan pemijatan pada titik saraf di wajah, tangan, teliga, kaki. Akibat kualitas udara, polusi, pencemaran, kosmetika (khusus bagi kaum wanita) dan juga partikel-partikel radikal bebas yang menempel pada wajah dan kulit. Mengakibatkan kulit kusam dan terlihat tidak fres.

Penggunaan sepatu yang menjepit ujung kaki dan penggunaan kaos mempengaruhi kualitas kesehatan, terutama saraf-saraf ujung kaki. Kemudian penumpukan virus, kuman, pada kelenjer limpatik yang belum di hancurkan. Lambat laun memberikan pengaruh terhadap kualitas kesehatan.

Ilmu refleksi dan akupuntur yang berasal dari negeri cina pada akhir ini populer di masyarakat. Ilmu refleksi dan akupuntur menjelaskan bagian-bagian saraf tertentu yang berhubungan dengan organ-organ tertentu dalam tubuh manusia. Ujung-ujung saraf tersebut terdapat pada telapak tangan dan juga kaki. Pemijatan refleksi dan akupuntur dilakukan di sekitar telapak tangan dan juga kaki.

Melakukan ibadah wudhu adalah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui dimana kita menjalankan ibadah dan sekaligus melakukan pemijatan refleksi dan akupuntur. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama untuk mendapatka hasil yang maksimal kesempurnaan wudhu dan kesahatan prima.

Pada saat kumur-kumur, kita membasahi kedua mulut, dengan ini menghilangkan kuman-kuman yang berada pada mulut. Terdapat enzim-enzim pada ludah yang bersifat baik yang baik maupun yang buruk. Dengan berkumur-kumur kita mengeluarkan kuman-kuman dan menggantikan dengan air ludah yang baru. Kesan terapi ini memberikan kesegaran dalam mulut dan nafas yang tidak berbau tidak sedap.

Membersihkan hidung memberi kesan pembesihan hidung dari kuman-kuman.
Membasuh muka dan mengusapnya sebanyak tiga kali. Memberikan pemijatan pada wajah yang dapat membuang debu-debu yang melengket di wajah dan sekaligus melakukan pemijatan pada titik-titik aura dan titik laiinya. Pada membasuh muka kita dengan segaja melakukan pemijatan refleksi pada wajah. Pemijatan yang baik pada wajah adalah mengusap dari atas tepatnya di kening perlahan ke pipi dan diakhiri pada dagu.

Pada saat membasuh kedua tangan kita melakukan pemijatan. Pada saat ini yang paling bagus adalah membasuh mulai dari jari-jari sampai pada siku. Dalam membasuh ini kita telah melakukan pijak limatik pada tangan. Taksid-toksid yang berkumpul pada ujung-ujung jari dikirim pulang ke bagian pangkal tangan untuk di musnahkan.

Mengusap kepala adalah melakukan pemijatan pada saraf-sarar kepala yang berfungsi sebagai pelancaran peredaran darah pada kepala. Dan juga berfungsi sebagai pemijatan saraf-saraf ujung di kepala. Hal ini memberikan kesan menyenangkan ketika melakukan pemijatan.

Kemudian membasuh kelinga. Dengan membasuh teliga kita telah melakukan pemijatan untuk pencegahan penyakit kelumpuhan dan juga beberapa penyakit tertentu.
Mencuci kaki, pada saat mencuci kati kita mesti melakukan pemijaan bukan hanya membasuh begitu saja. Untuk memberikan kesan pijatan selingkan jari tangan pada jari kaki. Hal ini memberikan kesan pemijatan pada bagian otak, organ-organ penting tubuh lainnya.

Selamat mencoba dan mendapatkan kesehaan gratis dari aktivitas ibadah kita sehari-hari. Jangan lupa berdoa setiap membasuh bagian anggota tubuh untuk kesempurnaan nikmat Allah dalam tubuh kita yang sehat. Wallahu’alam bissawab.

Sholat dan produktifitas

Akhir-akhir ini banyak muncul kajian-kajian ilmiah dan berdasarkan sebuah penelitian yang sistematis tentang solat dan manfaatnya bagi umat islam. Kajian terbaru adalah solat dan hubungannya dengan kesehatan. Dan beberapa kajian lainnya tentang solat dan hubungan dengan kehidupan keseharian.

Sholat sebgai sebuah pembuktian kehambaan bagi seoran manusia terhadap rabnya. Spirit sholat sebagai sebuah tameg dari perbuatan keji dan mugkar (Q. S…..) baik secara individu maupun komunal, sistem dan kultural. Dimana solat yang dilakukan secara individu dan jamaah memberikan efek terhadap pembentukan perilaku.

Sholat adalah sebuah ibadah yang mendapatkan perlakuan khusus dari Allah SWT. Perintah solat Allah perintahkan ketika rasulullah melakukan isra’ dan mi’raj pada tanggal 27 rajab.

Mengungkap lebih jauh tentang peranan solat sebagai sebuah bentuk ukuran produktif, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Hal ini mendasarkan cara pandang tentang solat sebagai sebuah alat ukur kinerja seseorang. Secara konsisten dan didukung dengan fakta dan data yang akurat.dalam sebuah penilitan yang ilmiah. Hal inilah yang melandasi pemikiran apakah solat berhubungan dengan produktifitas atau tidak sama sekali? Atau saling mempengaruhi antara solat dengan produktifitas?

Produktifitas sebagai suabah pencapaian akan hasil kinerja seseorang terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Seseorang yang mampu untuk menghasilkan sesuatu malampui rata-rata umum maka ia dikatakan produktif. Produktif adalah hasil dari perilaku seseorang yang mampu memberikan nilai lebih dari kebanyakan. Sebagai contoh seorang penulis produktif adalah yang mampu menghasilkan tulisan 2 atau lebih sehari dan terbit pada media lokal maupun nasional. Dalam hal ini kita akan menjadikan solat sebgai sebuah standar ukuran produktifitas.

Solat sebagai sebuah ibadah diturunkan menjadi sebuah ukuran produktifitas, dibagi menjadi dua ukuran. Pertama secara kuantitatif, berdasarkan jumlah rakaat solat. Asumsi yang digunakan adalah solat wajib lima kali sehari sealam, subuh, zuhur, ashar,magrib dan isya. Jumlah rakaat solat wajib secara keseluruhan adalah 17 rakaat. Asumsi ini bisa ditambahkan dengan jumlah solat sunnah lainnya. Jumlah rakaat solat rawatib sbanyak 12 rakaat yang mengiringi solat wajib. Juga dapat ditambahkan dengan solat duha delapan rakaat. Untuk menjadikannya sebuah ukuran produktifitas mesti mengambil jumlah minimum yang dijadikan standar ukuran. Standar ukuran diambil 17 rakaat yang berdasarkan kepada jumlah rakaat solat wajib.

Seseorang yang tidak mampu mencapai standar minimum, maka dapat dikatakan kurang produktif. Kurang produktif adalah dimana kemampuan menghasilkan standar maksium tidak mampu dicapai.hal ini mengakibatkan kegagalan. Dalam perusahaan hal ini akan ditindak lanjuti dengan pemanggilan atau pemecatan. Bagi seseorang mampu menghasilkan melebihi standar minimum, maka dapat dikatakan sangat produktif.

Kemampuan produktifitas diatas standar minimum akan dihargai dengan bonus dan juga penghargaan lainnya. Pengukuran ini dapat dilakukan secara harian, mingguan, bulanan atau bahkan tahunan..

Dari ilustrasi grafik diatas dapat diartikan bahwa apabila seseorang melakukan solat rata-rata sebanyak 17 rakaat, maka tingkat produktifitas adalah stabil. Apabila kurang dari rata-rata kurang dari 17 rakaat maka tingkat produktifita rendah. Dan apabila rata-rata lebih dari 17 rakaat maka melampuai tingkat standar produktifitas. Hal ini secara kuantitas.

Pengukuran produktifitas dapat juga ditinjau dari segi kualilatif atau kualitas. Hal ini dibuktikan dengan standar ukuran yang memenuhi kriteria:
1. sejauh mana solat mengurangi perilaku kejahatan dan kriminal seseorang.
2. kemampuan untuk selalu tepat waktu

3. tingkat kecintaan terhadap dunia yang jauh.
Membuat ukuran secara kualitatif dapat dikatakan membutuhkan penjabaran yang jelas dan menggunkan indikator-indikator tertentu. Landasan menentukan sebuah ukuran kualitatif dapat dijabarkan berdasarkan ayat dalam surat yang berbunyi “sesungguhnya solat menjegah perbuatan keji dan mungkar.

Sebagai kesimpula terakhir bahwa solat bukan hanya sekedar sebuah kewajiban ansich terhadap umat islam. Namun ia mampu menjadi pementuk perilaku kearah keluruhan jiwa dan keagungan budi. Haruskah kita sebagai umat islam meninggalkan solat dan juga melalaikannya?